Header Ramadhan Indischool

Kultum Ramadhan 27 - Bidah-Bidah Seputar Al Quran

Senin, 6 Juni 2016 - 15:35 281

Membaca Quran di bulan tentu merupakan amalan yang sangat dicintai Allah dan Rasul nya Muhammadshollallahu 'alaihi wa salam, namun ada beberapa kebiasaan yang beredar di masyarakat muslim seputar Al Quran yang ternyata tidak pernah dicontohkan oleh nabi kita Muhammad shollallahu 'alaihi wa salam. Bidah-Bidah Seputar Al Quran (1)

1. Menyewa orang untuk membaca Al Qur'an di kuburan

Syaikh ibnu 'Utsaimin ditanya tentang menyewa orang untuk membaca Al Qur'an untuk dihadiahkan kepada ruh mayat.

Jawab: 

Ini termasuk bid'ah, dan tidak berpahala baik untuk pembaca maupun untuk mayit. Karena pembaca mengharapkan dunia (upah) saja, dan setiap amal shalih yang bertujuan untuk meraih dunia, maka tidak mendekatkan kepada Allah dan tidak diberikan pahala, maka perbuatan ini hanyalah menyia-nyiakan harta ahli waris, dan hendaknya dijauhi karena ia adalah bid'ah yang munkar. 

(Majmu' fatawa wa rasa-il syaikh Muhamad bin Shalih al 'Utsaimin 2/304)

•••

Bidah-Bidah Seputar Al Quran (2) 

2. Membiasakan membuka acara dengan Al Qur'an

Syaikh ibnu 'Utsaimin ditanya: Membuka acara-acara dengan membaca Al Qur'an apakah termasuk disyari'atkan?

Jawab: 

Aku tidak mengetahui adanya sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dalam hal ini. Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam seringkali mengumpulkan para shahabat untuk perang atau untuk perkara-perkara yang penting, namun beliau tidak membukanya dengan membaca Al Qur'an.

Akan tetapi apabila acara tersebut membahas tema tertentu, lalu seseorang membaca ayat-ayat yang berhubungan dengan tema tersebut, maka tidak apa-apa.

Adapun menjadikan membuka setiap acara dengan membaca Al Qur'an sebagai sebuah kebiasaan, seakan-akan ia adalah sunnah yang disyari'atkan, maka ini tidak boleh.

(Nurun 'alad Darb, fatawa syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin hal 43)

Baca juga: Antara Toleransi Dan Kebersamaan

•••

Bidah-Bidah Seputar Al Quran (3) 

3. Mencium Mushaf

Komite fatwa KSA (Lajnah Daaimah) ditanya: 

Kami melihat sebagian ikhwah ketika selesai membaca Al Qur'an, ia mencium mushaf, dan mengusap dua mata dan wajahnya, apakah ada dalam syari'at?

Jawab: 

Alhamdulillah washalatu wasalaamu 'alaa rasulillah..

Kami tidak mengetahui adanya asal dalam syari'at yang suci ini.

(Fatwa no. 1472)

•••

Bidah-Bidah Seputar Al Quran (4)

4. Berusaha untuk mengikuti suara seorang qari 

Imam Bukhari meriwayatkan dalam shahihnya (no. 4835), bahwa Mu'awiyah bin Qurrah berkata: 

Kalau aku mau, aku akan menghikayatkan untuk kalian bacaan Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam.

Dalam riwayat Tirmidzi, Mu'awiyah berkata: 

Kalau bukan karena khawatir orang-orang berkumpul mengerumuniku, aku akan menirukan suara (lagu) beliau Shallallahu 'alaihi wasallam.

Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah berkata: 

"Hadits ini sangat jelas menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun shahabat yang mengikuti lagu bacaan Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam, kalaulah itu biasa mereka lakukan, tentu Mu'awiyah tidak perlu khawatir manusia mengerumuninya. Jadi tidak boleh kita mengikuti (lagu) suara bacaan seseorang, karena itu bukan petunjuk para shahabat dan generasi setelahnya."

Baca juga: Sepuluh Cara Agar Bisa Mencintai Allah

(m/ram)

JADWAL IMSAKIYAH

23 Oktober 2017
IMSAK SUBUH DZUHUR
ASHAR MAGRIB ISYA

Copyright © 2017 Indischool - Indonesia Digital School.
All rights reserved.